(Prapesan) Danau Sentani Lohan menggusur Gabus Sentani

Penulis: 
Dr.rer.nat. Henderite L. Ohee, M.Si.
ISBN: 
--
Harga: 
120.000
SINOPSIS: 
Inti isi buku ini adalah bagaima dampak ekologis Ikan Lohan (Amphilophus sp.) terdapat habitat dan kelestarian spesis asli di Danau Sentani dengan luas 9.360 ha. Belum ada informasi jelas kapan dan bagaimana ikan ini masuk atau dimasukkan ke Danau Sentani, tetapi diperkiran pada sekitar tahun 1990-an. Kemungkinan ikan terlepas dari akuarium atau tercampur jenis lainnya pada dilepaskan ke danau. Tidak dapat disangkalkan dampaknya dampaknya pada ikan-ikan asli Danau Sentani. Benar, Anda dapat membantah dan menyatahkan bahwa tidak semua ini “ulah” dari Lohan atau si Red Devil, sifat agresifnya merupakan salah satu factor paling utama terhadap kelangsung hidup spesis endemik di danau ini. Status endemic/asli yang disematkan di ikan gabus dan ikan pelangi di Danau Sentani artinya “saya tidak dapat hidup di tempat lain, selain Danau Sentani. Biar bagi Lohan, banyak faktor lain ikut berpengaruh pada pelestarian ikan-ikan asli Danau Sentani, pencemaran oleh manusia, kehilangan (loss) dan menurunnya kualitas (degradasi) habitat alam. Buku ini sesungguhnya adalah rangkuman tantangan konservasi bagi spesis asli yang dihadapi Papua. Papua yang dikenal sebagai salah biodiversity hotspot dan tingkat endemistas tinggi saat ini mengalami ancaman berskala besar. Mulai dari kehilangan habitat, pencemaaran dan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi yang tidak begitu memperhatikan aspek pelestarian. Ada banyak contoh di Papua atau bahkan Jayapura dampak spesis introduksi terhadap spesis asli dan endemik Papua, terutama yang memiliki habitat terbatas dan kemampuan dispersal rendah. Ada kucing di Pegunungan Arfak yang mengancam kelestarian Parotia sefilata atau Ikan Pelangi Dorety (Glossolepis dorityi) yang saat ini merupakan salah satu vertebrata yang paling terancam di Papua, dan ada banyak contoh lainnya bagi spesis asli Papua.