(Prapesan) Nature immersion dalam bimbingan dan konseling: program pengembangan social emotional learning peserta didik

Penulis:
Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si. Taufik Agung Pranowo, M.Pd.
ISBN:
--
Harga:
Rp75.000,-
SINOPSIS:
Buku ini disusun secara sistematis untuk memberikan landasan teoretis sekaligus panduan praktis bagi konselor, guru, dan praktisi pendidikan dalam mengimplementasikan pendekatan Nature Immersion ke dalam layanan bimbingan dan konseling. Mulai dari paradigma baru dalam BK, konsep dasar nature immersion, landasan teoretis yang kokoh (Biophilia Hypothesis, Attention Restoration Theory, Stress Reduction Theory, Ecopsychology, hingga kearifan lokal Indonesia), hubungannya dengan Social Emotional Learning, hingga desain program yang mencakup layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem. Setiap bab disajikan dengan bahasa yang lugas namun tetap ilmiah, dilengkapi dengan tabel perbandingan, contoh kasus, serta prosedur operasional yang siap diterapkan di lapangan.
Kehadiran buku ini juga tidak terlepas dari keprihatinan penulis terhadap fenomena nature-deficit disorder yang semakin meluas di kalangan anak dan remaja Indonesia. Di tengah gemerlap layar gawai dan tekanan akademik yang kian meninggi, generasi muda kita perlahan kehilangan pengalaman menyentuh tanah, mendengar suara angin, atau sekadar duduk diam di bawah pepohonan. Padahal, kearifan lokal Nusantara sejak lama mengajarkan harmoni antara manusia dan alam nilai yang sayangnya mulai tergerus oleh arus modernisasi. Buku ini adalah upaya kecil untuk mengembalikan keseimbangan tersebut, dengan membawa alam masuk kembali ke dalam inti proses pendidikan dan bimbingan.
Implementasi pendekatan Nature Immersion di sekolah tentu menghadapi berbagai tantangan nyata, mulai dari keterbatasan lahan hijau di perkotaan, resistensi dari sebagian orang tua, hingga kebutuhan pelatihan tambahan bagi konselor dan guru. Namun, kami percaya bahwa setiap perjalanan panjang dimulai dari langkah kecil. Sebuah sekolah dengan halaman rumput minimal sekalipun dapat memulai dengan aktivitas sederhana: lima menit hening di teras kelas sambil melihat langit, atau berjalan tanpa alas kaki di tanah selama sepuluh menit. Dari situlah perubahan dimulai.
Kategori:





